Pembangunan PLTN Tunggu Lampu Hijau Pemerintah

Ilustrasi/IST
ISUENERGI – Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) tinggal menunggu lampu hijau dari pemerintah.
Kepala Pusat Pengembangan Energi Nuklir (PPEN) atau BATAN, A. Sarwiyana Sastratenaya mengatakan, pembangunan PLTN diprioritaskan sesuai dengan kebutuhan.
Sejauh ini Sumatera, katanya, Jawa, dan Bali menjadi daerah yang diprioritaskan. Dengan demikian PLTN akan dibangun di daerah tersebut.
"Pengguna paling banyak ada di pulau Jawa, Sumatera, dan Bali. Jadi kita akan bangun di daerah tersebut," kata A. Sarwiyana di Jakarta, Kamis (27/9/2012).
Sarwiyana juga memberikan catatan teknis, di mana unit PLTN tidak boleh melebihi dari 15% kebutuhan listrik. Hal ini dikarenakan karena pada saat fasilitas PLTN sedang memasuki masa perawatan pada dua tahun sekali, distribusi listrik ke pelanggan terganggu.
Dengan dibangunnya fasilitas PLTN di Tanah Air, diharapkan akan mengurangi krisis listrik yang kerap terjadi di pulau Sumatera, Jawa, dan Bali.
Seperti diketahui, saat ini fasilitas penghasil listrik hanya 35 Gigawatt dan diproyeksikan pada 2025 fasilitas penghasil listrik tanah air harus mencapai 155 Gigawatt.
Pembangunan itu penting mengingat saat ini cadangan minyak, batubara dan gas bumi sebagai bahan energi listrik sangatlah minim dimiliki Indonesia.
Untuk merealisasikan fasilitas PLTN, Batan telah membangun sejumlah fasilitas untuk melakukan studi kelayakan guna membangun fasilitas tersebut.
Sejumlah wilayah yang dikaji antara lain Kramat Watu, Banten, Ujung Watu, Ujung Grenggengan, Ujung Lemah, Ujung Watu, Ujung Grenggengan Muria, serta Teluk Menggris kecamatan Muntok, Bangka Barat, dan Tanjung Berani-Tanjung Krasak, Desa Sebagen Kecamatan Simpang Rimba Kabupaten Bangka Selatan.
"Kami masih mencari dan mengoleksi data sebelum dokumen itu diajukan ke badan pengawas setelah fasilitas tersebut selesai digunakan pada 2013," imbuh Sarwiyana.
Kepala BATAN Djarot Sulistio Wisnubroto menjelaskan, uji kelayakan dilakukan guna mempersiapkan dan mengkaji lebih jauh kesiapan PLTN di Indonesia sesuai dengan aspek geografis.
"Ini memakan waktu lama, tapi Ini untuk memastikan PLTN yang akan dibangun akan aman. Indonesia termasuk dalam zona ring of fire, meski demikian tidak semua daerah memiliki potensi terhadap gempa serta tsunami, oleh karena itu kami belajar dari kasus Fukushima," jelasnya. (IE-15)









