Permen ESDM No.7 Tahun 2012 Disambut Baik

Pengolahan Logam/biologipedia.blogspot.com
ISUENERGI – Penerbitan regulasi terkait kewajiban melakukan peningkatan nilai tambah mineral melalui Permen ESDM No. 7 Tahun 2012 tentang Peningkatan Nilai Tambah Mineral Melalui Kegiatan Pengolahan dan Pemurnian Mineral disambut baik kalangan pengusaha.
Permen yang ditandatangani oleh Menteri ESDM Jero Wacik pada 6 Februari 2012 itu menyebutkan dalam pasal 2, golongan komoditas tambang mineral yang dapat ditingkatkan nilai tambahnya terdiri dari mineral logam, mineral bukan logam atau batuan.
“Jika industri smelternya tumbuh dan berkembang bisa dipastikan Indonesia bisa menjadi negara besar yang dapat mengekspor hasil olahan tambangnya yang sedemikian banyak,” kata Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Perdagangan, Distribusi dan Logistik, Natsir Mansyur dalam siaran persnya, di Jakarta, Selasa (14/2/2012).
Menurutnya smelter yang banyak tersebut, diharapkan dapat menerima dan mengolah hasil tambang yang ada di Indonesia karena, melihat potensi sumber tambang yang melimpah.
“Dengan adanya program industri hilirisasi hasil tambang yg dikuatkan dengan Peraturan Menteri ESDM No. 7/2012 sangatlah tepat, namun ada beberapa hal yang perlu mendapat perhatian dari pemerintah yakni sinergi antara Kementrian termasuk bottlenecking bagi pengusaha yang berminat membangun smelter-smelter tersebut,” jelasnya.
Natsir menjelaskan hal yang perlu diperhatikan oleh pemerintah adalah apakah ada masalah atau tidak dengan proses usaha dalam mendukung program hilirisasi itu. Termasuk insentif dari pemerintah, apakah sudah masuk dalam program MP3EI, serta adanya kepastian perusahan tambang untuk mensupply industri smelter tersebut karena program hilirisasi diterapkan di Indonesia, sudah barang tentu pabrik/industrinya juga harus di Indonesia.
“Membangun industri smelter membutuhkan kepercayaan dari mitra kerja, teknologi, waktu dan pendanaan, jadi kalau pemerintah berkeinginan untuk mensukseskan program ini pengusaha/BUMN yang mau bangun smelter perlu diajak bicara jangan dilepas bebas pengusaha jalan sendiri agar program hilirisasi di sektor ini bisa sukses,” pungkasnya. (IE-40)









