United Tractors Akan Akuisisi Dua Tambang Batubara Lagi

Logo United Tractors/infofulus.tk
ISUENERGI – PT United Tractors Tbk (UNTR) saat ini sedang menyelesaikan proses akuisisi dua tambang batubara lagi di Kalimantan.
Yakni PT Duta Sejahtera dan PT Duta Nurcahya, yang masing-masing akan dibeli 60% sahamnya oleh anak usaha UNTR, PT Tuah Turangga Agung.
PT Tuah Turangga Agung sendiri merupakan perusahaan tambang batubara pertama yang dimiliki UNTR. Bersama PT Prima Multi Mineral, Tuah Turangga telah memproduksi 3,21 juta ton batubara hingga September 2011 lalu. Selain dua tambang yang akan diakuisisi, UNTR total telah memiliki delapan tambang batubara. Namun baru Tuah Turangga dan Prima Multi Mineral yang berproduksi.
Satu tambang UNTR lainnya yng sudah diakuisisi lebih dulu, yakni PT Agung Bara Prima hingga kini belum berproduksi. Padahal total cadangan yang dimiliki Agung Bara Prima mencapai 9,3 juta ton, dengan kualitas batubara 6.300 Kcal/kg. Tambang lain yang belum berporduksi adalah Bukit Enim Energi dengan cadangan 110 juta ton, Asmin Bara Bronang dengan cadangan 60-100 juta ton.
Bisnis inti UNTR sendiri sebenarnya penjualan alat berat. Setelah sukses di bisnis itu, UNTR berusaha masuk ke bisnis inti pertambangan batubara. Untuk penjualan alat berat sendiri, UNTR tahun ini meraup sukses besar. Direktur UNTR, Robby Sani, akhir pekan lalu menerangkan, dalam sebulan penjualan alat berat merek Komatsu mencapai kenaikan 698 unit. Yakni dari 6.396 unit di akhir September 2011, menjadi 7.094 unit di akhir Oktober 2011.
“Angka ini telah melampaui target penjualan alat berat UNTR tahun 2011 sebesar 6.000 unit. Pencapaian yang melebihi target ini, tidak lepas dari semakin maraknya kegiatan pertambangan di Tanah Air, yang memberikan kontribusi hingga 50% dari total penjualan kami,” jelasnya di Bandung.
Sementara itu, anak usaha UNTR yang bergerak dibidang kontraktor pertambangan, PT Pamapersada Nusantara (PAMA) juga berhasil meningkatkan produksi batubara sebesar 11%, menjadi 63,3 juta ton. Pengerjaan pemindahan tanah PAMA pun naik 22% menjadi 586,2 juta bcm. (IE-50)












